fbpx

Pariwisata Indonesia di 2021 – Berbicara tentang masa depan atau tren pariwisata di tahun 2021 kini sangatlah berbeda, berbeda karena pariwisata global bersama-sama sedang berjuang untuk pulih dari Covid-19.

Semangat optimisme wajib terus muncul dari negara-negara yang selama ini bergantung pada devisa untuk sektor pariwisata dengan menyerukan akselerasi pemulihan pariwisata global, yang bisa dimulai dengan mengeluarkan kebijakan strategis berkaitan perbatasan antarnegara yang diharapkan mulai terbuka penerimaannya.

Covid-19 membawa perubahan baru yang sungguh-sungguh signifikan dalam pariwisata global, karena kebebasan untuk bepergian tak sebebas sebelum pandemi, dan wisatawan tak bisa bepergian tanpa memperhatikan kesehatan.

Pelaku industri pariwisata Indonesia di 2021 wajib waspada terhadap perubahan – perubahan yang membawa kebijakan baru dari pemerintah dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya standar global dalam layanan kesehatan dan kebersihan bagi wisatawan.

Pariwisata Indonesia di 2021

Situasi ini memberikan peluang bagi para pelaku industri untuk bisa mengikuti keadaan dan berinovasi dimana wisatawan bersedia membayar lebih untuk bisa menikmati layanan bertamasya yang bisa mengurangi resiko terpapar Covid-19.

Sebelum COVID-19, menjelajahi kota yang ramai pasti menyenangkan , sebut saja aktifitas seperti berkunjung ke pasar, mall, menikmati makan malam di resto yang penuh dengan pelanggan, dan mengunjungi daerah liburan seringkali menjadi ciri khas liburan yang memuaskan.

Dikutip dari liputan6.com, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) memprediksi, di tahun 2021 akan ada 310 juta wisatawan Nusantara yang bertamasya di berbagai destinasi lokal. Sebenarnya angka prediksi tersebut untuk tahun 2020, tetapi karena Indonesia dihantam pandemi Covid-19 pada tahun 2020, karenanya sasaran tersebut diproyeksikan ke tahun 2021.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Harisusanto Sungkari optimis dengan sasaran yang ditentukan itu. Dia memperhatikan, kunjungan wisatawan Nusantara mulai menggeliat kembali sesudah mulai diberlakukannya pelonggaran PSBB oleh pemerintah.

“Sebelum pandemi Covid-19, jumlah wisatawan Nusantara tahun 2020 diprediksi 310 juta, melainkan karena pandemi jadi cuma sekitar 120 hingga 140 juta. Tetapi di 2021 diprediksi akan naik lagi menjadi 190 juta,” kata Harisusanto Sungkari di acara MarkPlus Conference 2021, Kamis (10/12/2020).

Dia melanjutkan, para wisatawan saat ini mengutamakan rasa aman selama bertamasya. Itulah sebabnya para wisatawan memilih untuk bertamasya di negara sendiri, bahkan di kota sendiri dan muncul lah istilah staycation atau menginap di hotel/ penginapan di dalam kota sendiri.

“Memang bounce back wisatawan Nusantara akan lebih cepat karena masyarakat lebih memilih bertamasya di destinasi lokal saja dibanding harus ke luar negeri bahkan memilih penginapan tak jauh dari rumah,” ujar Harisusanto.

Harisusanto menambahkan, alasan lain yang membuat masyarakat lebih memilih untuk staycation ialah karena budget liburan yang terbatas. Perekonomian sebagian besar rakyat Indonesia terdampak pandemi. Naiknya tren staycation ini kelihatan dari survei yang dilakukan oleh Traveloka.

Suka dengan artikel ini ? beri Rating dan Share artikel ini yaa. Tq.

Fast Response

×

Hallo!

Selamat datang di Marjaya Trans, PO Bus Pariwisata Terbaik dan Terpercaya di Bandung.

× Ada yang bisa kami bantu ?