kalau mengingat permainan masa kecil kita suka jadi senyam-senyum sendiri dan pengen balik lagi ke masa itu  kangen rasanya yah? Tapi sekarang rasa kangen anda akan terobati dengan datang ke komunitas Hong di Bandung. Dijamin seru dan asyik juga ga akan ngeboseni deh!

Bagi yang pengen bernostalgia dengan permainan jadul, seperti sorodot gaplok, sondah, boy-boyan hingga enggrang, Komunitas Hong bisa jadi sebagai pelepas kerinduan anda pada permainan-permainan tradisional itu. Selain itu anda bisa mengajak adik-adik atau putra-putri anda untuk mengenal permainan zaman dahulu kala. Hong itu sendiri merupakan salah satu ungkapan dalam permainan ucing-ucingan. Ketika ada lawannya yang ditemukan, maka akan diucapkan dengan suara yang keras. HOOONG, yang artinya ketemu dalam bahasa Sunda.

Komunitas Hong Terletak tidak jauh dengan Taman Hutan Raya Djuanda, pertama kali digagas dan didirikan oleh Kang M. Zaini Alif, yang tak lain seorang Dosen Seni Rupa di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) dan juga merupakan salah seorang pecinta permainan Tradisional.

Saat ini, sudah ada 250 permainan tradisional dari Sunda yang berhasil dikumpulkan di Komunitas ini. Jumlahnya sangat banyak. Saya yang lahir di Bandung saja akan sangat kesulitan menyebutkan nama permainan tradisional ini dalam 10 jari. Nah ini, ada 250 permainan, Ada juga permainan tradisional dari seluruh penjuru indonesia dan bahkan dunia luar biasa akang ini, salut pisanlah!

Komunitas Hong ini, memiliki tempat yang asri dan nuansa khas sunda yang begitu kental sehingga benar-benar terasa akan mengingat masa lalu. Sebuah leuit akan kita temui, ketika kita hendak masuk. Menurut khazanah Sunda siih leuit ini adalah simbol kemakmuran. Anda juga akan menemukan sebuah halaman yang biasa dipergunakan bermain.

Menurut Kang Uju, salah satu kerabat Kang Zaini, Permainan Tradisional biasanya penuh dengan gerakan dan juga memiliki filosofi mendalam untuk membentuk watak anak seperti sportif, cerdas, tangkas dan juga kerja sama. Masih dari Kang Uju, di Komunitas Hong juga anak-anak diajarkan untuk hidup selaras dengan alam. Jadi banyak banget hal positif yang kita ambil dalam permainan ini.

Komunitas Hong sendiri bercita-cita untuk tetap memelihara keunggulan-keunggulan nilai dan moral dalam permainan tradisional agar tetap lestari. Rasanya akan sangat disayangkan sekali jika permainan-permainan tradisional yang kita miliki ini sampai hilang ditelan zaman.

Suka dengan artikel ini ? beri Rating dan Share artikel ini yaa. Tq.

Fast Response

×

Hallo!

Selamat datang di Marjaya Trans, PO Bus Pariwisata Terbaik dan Terpercaya di Bandung.

× Ada yang bisa kami bantu ?