Blue Bird – PT Blue Bird Tbk. (BIRD) menyediakan standar kebersihan tinggi dan menggeluti bisnis pengiriman barang menghadapi kenormalan baru pasca pandemi virus corona menyebar di Indonesia. Sejumlah langkah pun diterapkan.

Direktur Blur Bird Adrianto Djokosoetono menuturkan pihaknya masih terus menerapkan standard kebersihan yang tinggi di masa pandemi ini terkait dengan kondisi armada dan pengemudi. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah dengan standar protokol kesehatan Covid-19.

“Armada kita memastikan kebersihannya tetap terjaga, secara rutin dilakukan pembersihan kabin mobil setiap kali selesai beroperasi, menyediakan hand sanitizer, dan semua pengemudi selalu menggunakan masker sesuai Peraturan Pemerintah,” ujarnya.

Dia juga menegaskan pengemudi yang beroperasi juga dipastikan kondisi kesehatannya. Apabila pengemudi merasa tidak fit, dianjurkan untuk bertemu dengan dokter di klinik yang ada di setiap pool atau garasi taksi, dan hanya boleh beroperasi apabila mendapat izin dari dokter.

blue bird

Pihaknya menuturkan sebagai bagian dari antisipasi Bluebird terhadap penyebaran virus Corona, sekaligus kepedulian perusahaan dalam mendukung kelancaran aktivitas dan kebutuhan masyarakat selama beraktivitas di rumah dengan meluncurkan program pengantaran barang guna melayani kebutuhan perusahaan dan masyarajat di era new normal ini.

“Kami juga sudah meluncurkan program pengantaran barang yang melayani kebutuhan perusahaan untuk distribusi barang melalui layanan delivery service corporate program dan kebutuhan pelanggan yang harus tetap di rumah melalui Layanan COD dan BirdKirim,” katanya.

Adapun, imbuhnya, untuk kebutuhan layanan pengiriman dalam ukuran dan jumlah besar, Bigbird juga melayani Bigbird Delivery dan Cititrans juga menawarkan program pengiriman barang dari Bandung menuju Jakarta begitu pula sebaliknya.

Blue bird saat ini adalah tetap bertahan hidup karena memiliki banyak tanggungan dimana jumlah pekerja hingga 40.000 orang dan masih adanya penumpang yang mengandalkan layanannya di masa PSBB dan pandemi virus corona seperti para tenaga kesehatan.

Sejumlah kebijakan pun dilakukan dan dipercepat, yakni low touch, hyegiene as new currency, new engagement, dan new services.

Low touch yang dimaksud yakni meminimalisir sentuhan atau secara nyata yang dilakukan yakni pengembangan cashless dengan menyediakan berbagai pilihan pembayaran bagi pelanggan dari mulai kartu kredit hingga finansial teknologi.

“Pengembangan cashless kami fokus pindahkan agar lebih banyak pembayaran ke non tunai, integrasi non cash ke aplikasi bluebird, termasuk ketika memberhentikan taksi di jalan juga bisa bayar pakai cashless,” paparnya.

Termasuk layanan baru berupa pengantaran barang pun diminimalisir bahkan barang tidak disentuh oleh pengemudi. Hal ini dapat dilakukan dengan berprinsip tetap menjaga jarak.

Di sisi lain, kebersihan menjadi mata uang baru yakni penerapan protokol kesehatan dan prinsip kebersihan yang ketat di tataran internal BIRD dilakukan, mulai penyemprotan desinfektan dan mencuci mobil setiap masuk pool dan keluar pool, hingga pemeriksaan rapid test bagi pengemudi yang sudah tidak aktif lebih dari 2 bulan.

“Di setiap pool ada klinik gratis untuk pengemudi, pengemudi baru yang sudah non aktif selama 2 bulan, setiap pengemudi ini kami lakukan rapid test, sudah aman dulu baru masuk lagi,” urainya. (Sumber : https://ekonomi.bisnis.com/)

Suka dengan artikel ini ? beri Rating dan Share artikel ini yaa. Tq.

Fast Response

×

Hallo!

Selamat datang di Marjaya Trans, PO Bus Pariwisata Terbaik dan Terpercaya di Bandung.

× Ada yang bisa kami bantu ?