fbpx

Masjid Bernuansa Tionghoa di Bandung – Jika dilihat sepintas, siapa pun akan mengira itu bangunan klenteng, tempat ibadah umat Kong Hu Cu. Lihat saja atap berbentuk lengkung yang dikenal dengan atap pelana sejajar gavel.

Namun, setelah melihat papan nama yang tertera, barulah tersadar jika bangunan tersebut adalah tempat beribadah umat Islam. Masjid Al-Imtizah dengan Oriental Style

Setelah melewati gapura, pengunjung akan menemukan selasar kecil, taman, tempat duduk, dan tangga menurun menuju pintu masjid. Sebelum masuk saya menuju tempat wudhu. Ada sebuah pancuran wudhu utama berbentuk cawan yang sangat unik.

Usai berwudhu, saya langsung masuk masjid. Aroma kayu langsung menyeruak karena memang dinding masjid didominasi bahan kayu, termasuk dua tiang besar berwarna merah dengan ornamen warna emas dan kuning yang menjadi penyangga Masjid. Dinding di dalam masjid pun tak luput dari warna merah, warna emas, dan warna kuning, termasuk kaligrafi yang menghias. Semua semakin mengentalkan pengaruh budaya oriental pada bangunan masjid.

Masjid Al-Imtizaj memang sangat kental dengan aksen oriental. Mulai dari arsitektur, warna bangunan yang dominan warna kuning, emas, dan merah yang bagi etnis Tionghoa bermakna kemakmuran, hingga hiasan hiasan lampion yang bergelantungan di luar dan dalam masjid.

Pembauran Etnis

Masjid Al-Imtizaj dibangun pada masa Gubernur Jawa Barat HR. Nuriana. Masjid dibangun karena kebutuhan tempat ibadah bagi mualaf, khususnya saudara sesama Muslim yang beretnis Tionghoa.

Setelah survei beberapa tempat, ternyata yang dirasa paling tepat di lokasi yang ada sekarang, mengingat di sekitar Jalan ABC banyak bermukim dan menjadi tempat interaksi Etnis Tionghoa.

Lokasi adalah bekas generator listrik. Kemudian dibentuklah tim arsitek yang kemudian dikomandani oleh Ir. Danny Swardhani MBA. Beliau arsitek Masjid Atta’awun Puncak Bogor yang merupakan salah satu Monumen Kebersamaan Masyarakat Jawa Barat.

Masjid Bernuansa Tionghoa di Bandung

Dalam waktu yang cukup singkat, pada awal bulan puasa 1429 H draft desain masjid telah selesai dan mulai pembangunan. Tema bangunan adalah masjid kelenteng berkubah. Tepat pada tanggal 6 Agustus 2010, Masjid Al Imtizaj diresmikan dan dibuka untuk umum. Selain sebagai tempat ibadah, masjid digunakan juga untuk memberikan pembinaan dan pusat informasi bagi mualaf atau mereka yang berminat menjadi seorang muslim. Itulah Masjid Bernuansa Tionghoa di Bandung Semoga menjadi amal ibadah. 

Suka dengan artikel ini ? beri Rating dan Share artikel ini yaa. Tq.

Fast Response

×

Hallo!

Selamat datang di Marjaya Trans, PO Bus Pariwisata Terbaik dan Terpercaya di Bandung.

× Ada yang bisa kami bantu ?