fbpx

Gunung Lembu Purwakarta – Gunung Lembu adalah salah satu tempat pendakian yang cukup favorit di Purwakarta. Dari puncak gunung Lembu, kita bisa menikmati keindahan waduk jatiluhur dari ketinggian.Gunung Lembu terletak di desa Panyindangan, kecamatan Sukatani.

Keistimewaan Gunung Lembu

Gunung Lembu mungkin bukanlah gunung favorit di kalangan pendaki. Namun, mendaki gunung ini tak akan membuat kamu menyesal. Keindahan pemandangan yang ditawarkan dari puncaknya akan memberikan kamu satu kenangan indah saat mengunjungi Purwakarta. Ini adalah daya tarik yang dimiliki Gunung Lembu:

gunung lembu purwakarta

 

 

 

Pemandangan Waduk Jatiluhur Purwakarta dari ketinggian

Panorama yang indah menjadi alasan utama wisatawan, termasuk pendaki mengunjungi Gunung Lembu. Ketika berhasil mencapai puncak, kamu bisa melihat keindahan Waduk Jatiluhur dari ketinggian dilengkapi gumpalan awan saat cuaca cerah. Tidak hanya itu, kamu juga bisa menikmati pesona lanskap Kota Purwakarta, ditambah dengan Gunung Parang yang berdiri gagah di belakangnya. Pemandangan alam yang sempurna!

Kebanyakan pendaki yang mengunjungi Gunung Lembu memilih datang pagi dan pulang di sore hari (one day trip). Padahal, jika menginap di puncaknya kamu bisa mendapatkan bonus yang tak kalah menarik. Penasaran?

Pagi hari menjadi waktu tepat untuk membayar rasa lelah akibat mendaki dengan melihat matahari terbit dari puncak. Apalagi, Waduk Jatiluhur dan Gunung Parang menjadi latar pemandangan cantik sunrise di puncak Gunung Lembu akan sempurna. Selain matahari terbit, para pendaki juga sering mengejar momen matahari terbenam. Kamu pun bisa melihat lampu-lampu kota dan karamba yang menyala di sekitar waktu waduk saat petang.

Keindahan sunset dan sunrise dari pegunungan memang menakjubkan. Satu hal lagi yang menjadi kelebihan gunung ini adalah suasananya yang damai. Gunung Lembu cocok menjadi tempat untuk relaksasi atau kamu yang mencari ketenangan di tengah alam.

Gunung Lembu berada di Kampung Panunggal, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani. Lokasinya persis berada di samping Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Makanya, tak heran jika banyak pendaki yang datang ke Gunung Lembu karena ingin melihat keindahan Waduk Jatiluhur dari ketinggian.

Untuk mencapai titik awal pendakian Gunung Lembu, tidak begitu susah karena kamu bisa menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi. Dari Jakarta, akses menuju lokasi titik awal pendakian Gunung Lembu bisa melalui ruas Tol Purbaleunyi, kemudian keluar di pintu keluar Tol Ciganea – Purwakarta. Dari pintu gerbang tol, belok ke kanan dan berkendara terus menuju Jalan Raya Sukatani.

Ikutilah terus jalan tersebut, hingga kamu menjumpai pertigaan. Belok ke kanan, lalu ikuti jalan menuju Pasar Anyar Sukatani atau Stasiun Kereta Sukatani. Teruslah jalan dan cari petunjuk arah sampai ke Desa Panyindangan. Jika bingung dengan petunjuk arah, bertanya saja kepada warga setempat yang akan senang hati akan membantu kamu.

gunung lembu purwakarta

Jalur pendakian Gunung Lembu tergolong pendek dengan banyak tanjakan. Nantinya, pendakian menuju puncak melewati tiga pos dengan waktu sekitar 3 jam. Di awal perjalanan, kamu akan melewati jalur pendakian berupa tanah merah setapak. Beberapa jalur di tanjakan dibuat berundak untuk memudahkan pendakian. Setelah melewati hutan bambu dan tanjakan, kamu akan sampai di tanah lapang yang disebut Pondok Saung Ceria.

Di sini, terdapat sebuah saung bambu yang bisa digunakan untuk beristirahat setelah melewati medan terjal yang menguras tenaga. Kamu pun bisa menemukan beberapa warung sederhana di sekitar tanah lapang. Bagi yang tidak membawa kebutuhan logistik, kamu bisa membeli makanan dan minuman di sini. Namun, jika tidak mau berlama-lama kamu bisa langsung melanjutkan perjalanan menuju Pos 1 yang menanjak.

Selanjutnya, perjalanan ke Pos 2 tak jauh berbeda dengan jalur menuju Pos 1. Tanjakan yang ekstrem dikelilingi hutan lebat akan menemani perjalanan. Jika sudah merasa lelah, kamu bisa bersandar di pohon karena tidak ada tanah landai. Dengan kondisi trek pendakian Gunung Lembu yang seperti ini, kamu butuh stamina fisik yang prima.

Teruskan pendakian kamu hingga menjumpai jalur tanah datar yang merupakan puncak pertama Gunung Lembu. Di puncak pertama, terdapat sebuah petilasan yang dianggap sebagai makam siluman bernama Jonggrang Kalapitung. Meskipun terkesan seram, dari tempat ini kamu bisa menyaksikan pemandangan alam.

Setelah itu, lanjutkan pendakian ke puncak kedua. Kamu akan melewati jalan setapak dengan jurang di kedua sisi. Jangan khawatir, sudah tersedia pegangan dari bambu untuk membantu para pendaki melewati jalur tersebut dengan aman.

Trek seperti ini akan terus kamu lalui hingga sampai di puncak kedua Gunung Lembu yang ditandai dengan makam Raden Suryakencana, putra dari Pangeran Aria Wiratanudatar (pendiri Kota Cianjur).

Di puncak kedua, kamu bisa mendirikan kemah dan menikmati pemandangan yang jauh lebih indah daripada di puncak pertama. Kamu bisa melihat pemandangan barisan gunung batu andesit dan Waduk Jatiluhur dengan jelas.

Namun, jangan langsung merasa puas.Spotter baik untuk menikmati pemandangan dari Gunung Lembu berada di Batu Lembu, sebuah batu besar yang berada di bawah puncak ketiga Gunung Lembu.

Perjalanan menuju puncak ketiga tidak terlalu jauh dari puncak kedua. Setelah melewati area perkemahan, kamu akan menjumpai puncak ketiga yang menjadi puncak tertinggi di Gunung Lembu. Puncak ini ditandai dengan adanya plang “Puncak Gn. Lembu” yang ditempel di salah satu pohon.

Untuk ke Batu Lembu, kamu harus menuruni trek sekitar 100 meter dari puncak ketiga hingga menjumpai sebuah tebing. Batu besar yang mirip bentuk punuk sapi inilah yang dinamakan Batu Lembu.

Di sinilah tempat terbaik untuk menikmati panorama sekitar Gunung Lembu Purwakarta. Sejauh mata memandang, kamu akan dibuat kagum lanskap Waduk Jatiluhur, persawahan yang hijau, serta gunung-gunung di sekitar Gunung Lembu.

Suka dengan artikel ini ? beri Rating dan Share artikel ini yaa. Tq.

Fast Response

×

Hallo!

Selamat datang di Marjaya Trans, PO Bus Pariwisata Terbaik dan Terpercaya di Bandung.

× Ada yang bisa kami bantu ?